Apa itu Tahfidz?

  • Thursday, 24 November 2022
  • 438 views
Apa itu Tahfidz?

Tahfizh Al-Qur’an terdiri dari dua suku kata, yakni tahfizh dan Al-Qur’an. Tahfizh yaitu berasal dari kata hafidza-yahfadzu-hifdzan yang artinya menghafal. Definisi dari menghafal dijelaskan oleh Abdul Aziz Abdul Ra’uf yaitu suatu proses mengulang sesuatu baik dengan membaca atau mendengar. Sebagaimana suatu pekerjaan yang diulang secara terus-menerus maka akan hafal. Sementara kata Al-Qur’an menurut bahasa adalah bentuk mashdar dari kata qa-ra-a yang memiliki arti membaca.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah sebagai pedoman hidup manusia. Sehingga setiap umat Islam wajib dan bertanggung jawab atas Al-Qur’an, diantaranya menghafal, mempelajari, dan mengajarkannya. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat diketahui bahwa Tahfizh Al-Qur’an adalah proses menghafal Al-Qur’an dengan cara membaca atau mendengar , sehingga bacaan tersebut dapat melekat pada ingatan dan dapat dilafadzkan tanpa harus melihat mushaf. Tujuan dari Tahfizh Al-Qur’an salah satunya adalah menjaga kemurnian Al-Qur’an agar tidak terjadi perubahan dan pemalsuan.

Dasar-dasar yang menjadi landasan dalam menghafal Al-Qur’an adalah:

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

” Barangsiapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.”

(HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).

Adapun keutamaan dari Tahfizh Al-Qur’an yaitu:

  1. Meningkatkan kecerdasan

Menghafal Al-Qur’an akan mempengaruhi pikiran dan wawasan seseorang. Ia akan senantiasa memiliki pikiran yang baik dan kaya ilmu pengetahuan duniawi maupun akhirat. Hal ini dikarenakan Al-Qur’an adalah sumber ilmu.

2. Meningkatkan daya ingat

Seorang penghafal Al-Qur’an akan mengulang-ulang bacaan, bahkan ketika sudah merasa lancar. Sehingga dalam proses ini sangat melatih daya ingat.

3. Melatih kedisiplinan

Tidak semua orang dapat menghafal Al-Qur’an, hanya beberapa orang yang memiliki niat dan tujuan tertentu. Menghafal Al-Qur’an ini tidak dapat dikatakan mudah. Orang yang telah memutuskan untuk menghafal Al-Qur’an tentunya perlu memiliki sikap disiplin dalam prosesnya. Hal ini dapat melatih kedisiplinan.

4. Ketenangan stabilitas psikologi

Orang yang berinterkasi dengan Al-Qur’an bahkan menghafalnya dapat memiliki jiwa yang tenang. Pada penelitian yang dilakukan oleh DR. Al-Qadhi, yakni Direktur Utama Islamic Medicine Institute for Education and Research di Florida, Amerika Serikat menyatakan bahwa orang yang mendengarkan ayat suci Al-Qur’an akan merasakan ketenangan dan menurunkan urat syaraf reflektif.

Penulis : Miftakhul Jannah

Editor : Khuurum M