BUNYIKAN MIMPI BESARMU!

  • Sunday, 26 May 2024
  • 168 views
BUNYIKAN MIMPI BESARMU!

Nak, apa cita-cita kalian?

Ingin menjadi apa dan siapa kalian?

Apa langkah selanjutnya yang ingin kalian lakukan?

Mau kemana setelah ini?

Pertanyaan-pertanyaan diatas tidak jarang ditanyakan. Karena, hakikat dari pertanyaan ini sebagai pancingan agar para santri memiliki bayangan tentang cita-cita dan keinginan setelah besar nanti.

Apabila pelajar tidak memiliki mimpi besar. Kesehariannya akan menjadi kosong dan hampa. Tidak akan ada semangat untuk menjadikannya lebih hebat dan lebih baik. Hidupnya tidak akan pernah terarah dan malah tidak memiliki tujuan pada akhir hidupnya. Tanpa mimpi juga, kita bagaikan mayat hidup. Jasadnya ada tetapi tidak memiliki tanda kehidupan. Bagaimana? Sudah terbayang sesuram apa masa depan kita apabila kita tidak mempunyai mimpi.

Syahid Hasan al-Banna pernah menyatakan, “Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan kenyataan esok hari adalah mimpi hari ini.” Artinya, apa yang kita dapatkan sangat ditentukan oleh mimpi-mimpi kita. Karena mimpi kita yang akan menggerakkan langkah kita dan menjadi energi untuk membakar semangat kita menjalani kehidupan karena ada target yang harus dicapai.”

Sebagai santri, mimpi besar kita bukan hanya untuk mengejar materi atau popularitas, melainkan mimpi yang bermanfaat bagi banyak orang. Mimpi seorang muslim itu harapan sekaligus do’a, hal ini yang menjadikan mimpi kita menjalani kehidupan karena ada target yang harus dicapai.

Banyak inspirasi pencapaian mimpi besar yang bisa kita ambil, contohnya dari kisah Syekh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram. Ternyata Ibu Syekh Abdurrahman as-Sudais selalu menanamkan dan mengarahkan mimpi besarnya itu kepada anaknya. Ibunya sering mengingatkan, “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah. Kamu adalah Imam Masjidil Haram, jangan malas menghafal kembali hafalan harianmu. Bagaimana bisa menjadi Imam Masjidil Haram bila kamu malas?” Akhirnya Syekh Abdurrahman as-Sudais kini menjadi Imam Masjidil Haram. Beliau menjadi salah satu ulama besar yang disegani di dunia Islam.

Semoga kisah inspiratif di atas bisa memacu kita untuk menciptakan mimpi besar. Tidak perlu takut untuk memiliki mimpi besar, toh tanpa biaya alias gratis. Ciptakan mimpi besarmu dan jadikan target pencapaian dalam kehidupan sebagai jejak hidup. Bayangkan jika mimpi besar itu tercapai, banyak orang yang akan mendapatkan manfaatnya.

Jika sudah mengenali mimpi besarmu, jangan lupa pantaskan diri untuk meraihnya. Yup, mimpi akan mampu kita wujudkan kalau kita memang pantas untuk menerimanya. Ikuti saja kisah orang-orang hebat yang berhasil mewujudkan mimpi besarnya. Semua tidak ada yang berdiam diri menunggu keajaiban datang lalu sim salabim mimpinya terwujud. Jangan menjadi genangan air yang tidak mengalir karena pasti akan membusuk, jadilah air yang selalu mengalir deras dan akan selalu menemukan tempat baru.

Al-Fatih muda juga belajar menguasai bahasa selain bahasa Arab. Ditambah polesan nafsiyyah­nya sehingga rajin bertahajud, ibadah sunah, dan menjauhi perilaku maksiat. Ia lalu menularkan kebiasaan positifnya pada pasukannya. Allah pun meridhoi mimpi besarnya, memudahkan jalannya, menunjukkan jalan keluar baginya, hingga Konstantinopel pun takluk di tangannya. Itulah sebuah kepantasan diri.

Yang tidak kalah penting, bunyikan mimpi besarmu! Tulislah dengan rinci mimpi besarmu. Menurut riset dr. Gail Matthews dari Dominican Universty California menunjukkan bahwa orang yang menuliskan rencana masa depannya dengan detil memiliki kemungkinan 42% lebih besar untuk mewujudkan mimpinya.

Menuangkan mimpi dalam tulisan membuat otak kita dipaksa untuk menjabarkan stategi, membulatkan tekad, dan termotivasi lebih giat berusaha saat berulang kali melihat tulisan tersebut. Kemudian, sampaikan mimpi besarmu ke orang-orang terdekat agar mimpi besarmu berbunyi dan terdengar oleh penduduk bumi. Bisa jadi, Allah Swt. menjadikan mereka pembuka jalan pencapaian mimpi-mimpi besar kita.

So, saatnya menciptakan rules mimpi besarmu dan memantaskan diri untuk meraihnya. Jangan biarkan hidup kita tidak bermakna. Tinggalkan jejak hidup penuh manfaat di muka bumi sebelum kita meninggal nanti. Bunyikan mimpi besarmu dan wujudkan untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum muslim.

Oleh: Al-ustadzah Diah Nur Handayani

Editor: Khuurum M